Hasil penilaian Internasional Federation of Football History & Statistic (IFFHS) menunjukkan bahwa tidak ada satupun klub Indonesia dalam 400 ranking klub. Hasil ini menunjukkan buruknya pengelolaan persepakbolaan nasional sekarang ini. Dari hasil rilis ranking IFFHS tersebut, klub-klub Indonesia justru tertinggal jauh dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapur, Myammar dan Thailand. Klub Malaysia Kelantan FA menjadi klub dengan peringkat tertinggi yaitu ranking 150 bersanding dengan Stade Rennais dan AIK Solna dari Swedia. Klub Asia Tenggara yang masuk dalam 400 ranking menurut penilaian IFFHS antara lain Buriram FC, Muang Thong FC, Tampine Rovers dan Terengganu FA.
Keikutsertaan klub Indonesia dalam ajang ACL dan AFC Cup ikut menentukan penilaian peringkat yang dirilis oleh IFFHS. Klub Indonesia sendiri tidak masuk daftar karena hanya menjadi bulan-bulanan ketika berlaga di kompetisi AFC. Hal ini seharusnya menjadi pelajaran bagi PSSI untuk membenahi persepakbolaan nasional sehingga bisa membawa nama bangsa di kancah internasional baik dalam skala Timnas maupun Klub.
Peringkat Klub Indonesia yang keberapa? Peringkat Indonesia bisa dilihat dari hasil rilis ranking klub oleh IFFHS untuk periode 1 Agustus 2011-31 Juli 2012. Dalam daftar yang di keluarkan IFFHS, beberapa klub Indonesia yang berkompetisi di Indonesia Super League (ISL) masuk dalam daftar seribu tim-tim yang di rilis IFFHS.
Berikut klub Indonesia yang masuk dalam daftar peringkat IFFHS periode 1 Agustus 2011-31 Juli 2012
767. Sriwijaya FC 341,0
782. Persipura Jayapura 336,5
946. Persija Jakarta 286,0
987. Arema FC 275,0
782. Persipura Jayapura 336,5
946. Persija Jakarta 286,0
987. Arema FC 275,0
Sementara untuk peringkat Asia
102. Sriwijaya FC 341,0
106. Persipura Jayapura 336,5
135. Persija Jakarta 286,0
143. Arema FC 275,0
187. PSM Makassar 224,0
191. Persik Kediri 220,5
194. Persib Bandung 219,5
225. Pelita Jaya 181,0
257. PSMS Medan 152,0
273. Persela Lamongan 140, 5
276. Semen Padang FC 139,0
285. PSPS Pekanbaru 130,0
290. Deltras Sidoarjo 126,0
106. Persipura Jayapura 336,5
135. Persija Jakarta 286,0
143. Arema FC 275,0
187. PSM Makassar 224,0
191. Persik Kediri 220,5
194. Persib Bandung 219,5
225. Pelita Jaya 181,0
257. PSMS Medan 152,0
273. Persela Lamongan 140, 5
276. Semen Padang FC 139,0
285. PSPS Pekanbaru 130,0
290. Deltras Sidoarjo 126,0
Sebenarnya Klub Indonesia Persipura Jayapura pernah meraih ranking tertinggi, yaitu di posisi 167. Prestasi itu tak lepas dari keberhasilan Persipura menembus perempat final AFC Cup pada tahun 2011, sebelum dihentikan oleh klub Irak Arbil Sport Club. Sementara itu, Sriwijaya FC menempati peringkat 234.
Mudah-mudahan konflik yang terjadi pada PSSI bisa menjadi pelajaran bagi semuanya, terutama pengurus PSSI, bahwa kepentingan nasional harus lebih diutamakan dibandingkan kepentingan pribadi atau golongan. Perbaikan persepakbolaan nasional mutlak dilakukan demi mewujudkan cita-cita prestasi sepakbola di dunia internasional


Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking